Jejakkasus212.id, PANGKALPINANG — PT TIMAH (Persero) Tbk tetap berkomitmen pada konservasi lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Salah satu inisiatif terbarunya adalah kolaborasi dengan Yayasan Ikan Belitung Endemik Bangka, yang juga dikenal sebagai The Tanggokers, untuk mendukung penelitian dan penerbitan buku Keanekaragaman Hayati Ikan Belitung Liar Endemik Pulau Bangka.
Buku berjudul “Keanekaragaman Hayati Ikan Betta Liar Endemik Pulau Bangka” mengeksplorasi kekayaan tiga spesies ikan betta liar endemik yang ditemukan di Pulau Bangka: Betta burdigala, Betta chloropharynx, dan Betta schalleri, yang semuanya saat ini diklasifikasikan sebagai spesies terancam punah dalam Daftar Merah IUCN.
Publikasi ini menyediakan informasi komprehensif tentang setiap spesies, termasuk karakteristik, distribusi, dan habitat alaminya. Diharapkan publikasi ini dapat berfungsi sebagai referensi ilmiah dan sumber daya pendidikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi ikan endemik ini dan melestarikan ekosistemnya.
Swarlanda Gusti, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung, menjelaskan bahwa PT TIMAH mendukung pengembangan buku tersebut dengan memfasilitasi kegiatan penelitian dan pembangunan kolam mini yang digunakan untuk konservasi dan penangkaran spesies ikan endemik Pulau Bangka.
“Berkat dukungan PT TIMAH, kami mampu memperkuat upaya penelitian dan konservasi ikan endemik. Kolaborasi ini merupakan langkah penting menuju pelestarian keanekaragaman hayati unik Bangka Belitung,” kata Swarlanda saat menyerahkan buku tersebut kepada PT TIMAH pada Jumat (3 Juli 2026).
Swarlanda berharap buku ini akan didistribusikan lebih luas di seluruh Indonesia sehingga lebih banyak orang dapat mempelajari tentang ikan endemik unik Pulau Bangka dan termotivasi untuk berpartisipasi dalam melindunginya.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT TIMAH yang telah bersedia berkolaborasi dan mendukung yayasan kami. Kami berharap kemitraan dan sinergi ini akan terus berlanjut sehingga upaya konservasi ikan endemik di Bangka Belitung dapat terus berkembang,” ujarnya.
Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung juga sedang menyiapkan publikasi lanjutan yang akan mendokumentasikan berbagai nama lokal yang digunakan oleh masyarakat Bangka untuk berbagai spesies ikan. Publikasi ini diharapkan dapat memperkaya literatur keanekaragaman hayati wilayah tersebut sekaligus melestarikan pengetahuan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. (JK212.Red) Narasumber Dari Humas PT Timah
