Dari Memanfaatkan Potensi Daun Sirih hingga Menjangkau Pasar yang Lebih Luas: Bunda Fresh Semakin Dekat dengan Impiannya Berkat Dukungan PT TIMAH

Dari Memanfaatkan Potensi Daun Sirih hingga Menjangkau Pasar yang Lebih Luas: Bunda Fresh Semakin Dekat dengan Impiannya Berkat Dukungan PT TIMAH

Spread the love

 

Jejakkasus212.id, PANGKALPINANG — Bagi banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tantangan dalam mengembangkan bisnis melampaui sekadar akses ke modal. Memperoleh izin usaha yang diperlukan merupakan langkah penting dalam menentukan apakah suatu produk dapat bersaing dan diterima di pasar yang lebih luas.

Ini adalah pengalaman Roteni (54), seorang pengusaha UMKM dari Kota Pangkalpinang yang memproduksi sabun cuci piring berbahan dasar daun sirih dengan merek Bunda Fresh. Melalui Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) PT TIMAH Tbk, ia menerima bimbingan bisnis serta bantuan dalam memperoleh berbagai izin usaha, membantu mempersiapkan produk lokalnya untuk bersaing di skala yang lebih besar.

Bantuan tersebut mencakup dukungan dalam pengurusan izin distribusi produk, sertifikasi halal, dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Bagi Roteni, dukungan ini menandai tonggak penting dalam ekspansi ke pasar yang sebelumnya tidak dapat diakses karena kurangnya sertifikasi produk.

Perjalanan kewirausahaan Roteni dimulai dengan Kelompok Petani Wanita Pandan Wangi (KWT) di Jalan Pahlawan 12, Desa Keramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang. Di sana, ia menyadari potensi yang belum dimanfaatkan dari melimpahnya daun sirih, yang sebelumnya hanya dijual sebagai daun segar atau sekadar dipangkas ketika sudah terlalu panjang.

Kemudian, ia mulai mencari cara untuk meningkatkan nilai ekonomi tanaman tersebut. Setelah mempelajari berbagai referensi, Roteni memutuskan untuk mengembangkan cairan pencuci piring alami yang terbuat dari daun sirih.

Prosesnya jauh dari mudah. Selama hampir empat bulan, dia melakukan banyak uji coba untuk mengembangkan formula yang tepat, menyesuaikan viskositas produk, efektivitas pembersihan, dan tingkat pH untuk memastikan produk tersebut aman dan efektif untuk penggunaan sehari-hari.

“Ada begitu banyak daun sirih di kebun KWT kami yang tidak dimanfaatkan sepenuhnya. Saya mulai berpikir tentang bagaimana tanaman ini dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar. Akhirnya, saya memutuskan untuk membuat sabun cuci piring yang terbuat dari daun sirih,” katanya.

Daun sirih dipilih sebagai bahan utama karena dikenal memiliki sifat antibakteri alami. Untuk menciptakan aroma yang lebih segar, Roteni mencampurkan ekstrak tersebut dengan jeruk nipis.

Awalnya, produk tersebut hanya dipasarkan kepada sesama anggota KWT, kelompok Gerakan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan orang-orang di lingkungan sekitar. Tanggapan positif dari pelanggan mendorong Roteni untuk mengembangkan bisnisnya lebih lanjut.

Saat ini, Bunda Fresh tersedia dalam berbagai ukuran kemasan, termasuk kantong isi ulang 250 mililiter dan 450 mililiter, botol pompa 500 mililiter, botol dan kantong isi ulang 750 mililiter, wadah 1 liter, dan jerigen 5 liter.

“Sebelumnya, saya kurang percaya diri untuk memasarkan produk ini dalam skala besar karena kami belum memiliki izin distribusi. Penjualan terbatas pada teman-teman dan anggota kelompok komunitas kami. Sekarang setelah kami mendapatkan izin tersebut, kami dapat memasarkannya dengan lebih luas,” katanya.

Menyadari potensi bisnis tersebut, PT TIMAH Tbk memberikan pendampingan untuk membantu memastikan bahwa semua dokumentasi hukum yang diperlukan dapat diselesaikan.

Menurut Roteni, dukungan perusahaan sangat berharga karena biaya dan proses administratif yang terlibat dalam memperoleh sertifikasi bisnis seringkali sulit dikelola oleh pemilik usaha kecil.

PT TIMAH membantu menanggung biaya untuk mendapatkan sertifikasi halal, izin distribusi, dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual kami. Saya benar-benar merasa didukung dan dibimbing sepanjang proses, yang membuat semuanya berjalan jauh lebih cepat. Ini merupakan bantuan yang sangat besar, dan kami benar-benar mendapatkan manfaat darinya,” katanya.

Setelah mendapatkan izin distribusi, Roteni mulai merencanakan tahap selanjutnya dari ekspansi bisnisnya. Ia berharap Bunda Fresh akan segera tersedia di supermarket, minimarket, dan gerai ritel modern lainnya.

Selain memperluas jangkauan pasarnya, ia juga bersiap untuk meningkatkan kapasitas produksi. Salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapinya adalah terbatasnya pasokan daun sirih, yang saat ini hanya berasal dari kebun KWT.

“Seiring pertumbuhan pasar kami, produksi juga perlu ditingkatkan. Saat ini, tantangan terbesar kami adalah terbatasnya pasokan daun sirih. Kami berharap dapat mengamankan lahan tambahan sehingga kami dapat memenuhi permintaan produksi di masa mendatang,” jelasnya.

Ke depannya, Roteni berharap bisnisnya akan terus berkembang tidak hanya secara komersial tetapi juga dengan menciptakan peluang kerja bagi anggota Kelompok Petani Wanita dan masyarakat di sekitarnya.

“Harapan saya adalah bisnis ini terus berkembang, agar kita dapat membangun fasilitas produksi sendiri, dan melibatkan lebih banyak perempuan dari masyarakat sekitar sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan tambahan untuk keluarga mereka,” katanya. (JK212.Red) Narasumber Dari Humas PT Timah 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *