Jejakkasus212.id, KARIMUN — Kehadiran PT TIMAH (Persero) Tbk di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, jauh melampaui pembangunan infrastruktur. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, perusahaan telah berkontribusi pada pembangunan ekonomi, kesejahteraan sosial, pelestarian budaya, kegiatan keagamaan, dan keberlanjutan lingkungan.
Inisiatif-inisiatif berkelanjutan ini telah menjadi bagian integral dari perjalanan desa dalam mengembangkan potensi lokalnya dan meningkatkan kesejahteraan penduduknya.
Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan PT TIMAH telah memberikan kontribusi signifikan dengan mendukung berbagai inisiatif masyarakat dan program pembangunan desa.
“PT TIMAH telah menjadi bagian integral dari masyarakat Sawang Laut. Banyak programnya yang secara langsung menguntungkan warga, baik secara ekonomi maupun melalui pembangunan desa,” kata Jefrizal.
Di sektor keagamaan, ia mencatat bahwa PT TIMAH baru-baru ini mendukung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Desa Sawang Laut, sebuah kompetisi membaca Al-Quran yang diikuti oleh 64 peserta.
PT TIMAH juga telah membantu memperkuat identitas budaya masyarakat melalui pembangunan Gerbang Tanjak, yang juga dikenal sebagai Simpang Tanjak, di Desa Sawang Laut.
Dengan menampilkan tanjak Melayu tradisional sebagai desain utamanya, bangunan ini telah menjadi salah satu ikon terbaru desa tersebut. Selain memperindah area, bangunan ini juga berfungsi sebagai simbol warisan budaya masyarakat setempat.
Menurut Jefrizal, pembangunan Simpang Tanjak terinspirasi oleh aspirasi masyarakat untuk membangun sebuah landmark yang mewakili budaya Melayu.
“Ini adalah tanah Melayu, jadi kami ingin menciptakan ikon yang mencerminkan identitas budaya kami. Alhamdulillah, Simpang Tanjak kini berdiri sebagai wajah baru desa dan telah menjadi tempat foto populer bagi para pengunjung,” katanya.
Di sektor ekonomi, salah satu inisiatif unggulan adalah Program Berlian Kundur, perluasan dari Program Pemberdayaan Masyarakat BERLIAN. Inisiatif ini mencakup beberapa sub-program, seperti budidaya ikan seabass, pembibitan mangrove, budidaya sayuran hidroponik, usaha mikro pasta udang (terasi), dan pendidikan kesadaran iklim.
Program tersebut aktif memberdayakan berbagai kelompok masyarakat rentan, antara lain Kelompok Petani Ikan Tuah Bersatu (POKDAKAN), Kelompok UMKM Terasi Lanjut Lestari, dan Kelompok Tani Hidroponik Lanjut Bestari.
Pada tahun 2025, program ini diperluas dengan sub-program tambahan, termasuk peternakan ayam broiler yang dikelola oleh Grup Ungas Sejahtera dan bank sampah komunitas yang dioperasikan oleh Grup Lanjut Berseri.
Amran, Ketua Kelompok Peternak Ikan Tuah Bersatu, mengatakan kelompok tersebut pertama kali menjajaki budidaya ikan seabass Asia pada tahun 2022. PT TIMAH mulai memberikan bantuan teknis dan fasilitas budidaya pada tahun 2023.
“Awalnya, kami hanya melihat budidaya ikan seabass Asia di televisi. Kami tidak pernah membayangkan bisa melakukannya sendiri. Dengan bimbingan dan pelatihan dari Pusat Budidaya Perairan Laut Batam (BPBL Batam), kami mendapatkan kepercayaan diri untuk mengembangkan bisnis ini,” kata Amran.
Program ini terus berkembang hingga saat ini, meskipun perjalanan kelompok ini tidak lepas dari tantangan. Keterbatasan pengetahuan teknis, ketergantungan pada pakan komersial, biaya pakan yang tinggi, dan kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi semuanya telah menjadi hambatan.
Dukungan dari PT TIMAH telah memungkinkan kelompok ini untuk terus maju melalui bantuan dalam meningkatkan lokasi budidaya, menyediakan benih ikan dan pakan, serta mengembangkan fasilitas pendukung.
Menurut Amran, bisnis akuakultur masih dalam tahap pengembangan. Meskipun keuntungan finansial grup belum mencapai potensi penuhnya, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh telah menjadi aset berharga untuk pertumbuhan di masa depan.
“Jika kita menengok ke belakang, kita memulai semuanya dari nol, hanya berbekal mimpi dan cerita. Kini, area yang dulunya tidak produktif telah menjadi operasional. Sekitar 70 persen dari apa yang kita impikan telah menjadi kenyataan. Alhamdulillah, PT TIMAH benar-benar telah membantu kami berkembang,” ujarnya.
Budidaya ikan seabass Asia juga telah menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi nelayan lokal. Selain menangkap ikan di laut, anggota kelompok tersebut kini memiliki kegiatan ekonomi lain yang membantu menghidupi keluarga mereka.
“Bukan hanya kelompok kami yang mendapat manfaat. Ada juga produsen pasta udang, petani hidroponik, peternak unggas, pengelola bank sampah, dan kelompok pembibitan mangrove. Semua inisiatif ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Amran yakin bahwa dukungan PT TIMAH telah membawa perubahan berarti bagi masyarakat Desa Sawang Laut.
“PT TIMAH telah memainkan peran yang luar biasa. Awalnya, kami tidak memiliki apa pun kecuali harapan dan cita-cita. Sekarang, lahan pertanian kami produktif, dan sebagai nelayan, kami memiliki sumber pendapatan tambahan. Bagi kami, dukungan ini sangat berharga,” katanya.
Ke depannya, masyarakat berharap program-program ini akan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak sektor, termasuk pertanian, kelompok pertanian perempuan, pendidikan, dan inisiatif lain yang memperkuat ekonomi lokal. (JK212.Red) Narasumber Dari Humas PT TimahÂ
