Pada Hari Anak Nasional, PT TIMAH membekali guru dan orang tua untuk mendorong pembelajaran mandiri bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Pada Hari Anak Nasional, PT TIMAH membekali guru dan orang tua untuk mendorong pembelajaran mandiri bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Spread the love

Jejakkasus212.id, PANGKALPINANG — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT TIMAH Tbk menyelenggarakan Seminar tentang Anak Berkebutuhan Khusus (SSP) untuk guru dan orang tua dengan tema “Dari Terapi Menuju Pembelajaran Mandiri” di Graha Timah Pangkalpinang pada hari Kamis (23 Juli 2026).

Seminar diikuti oleh 145 peserta yang terdiri dari orang tua dan guru dari SLBN Pangkalpinang, SLB YPAC Pangkalpinang, Sekolah Alam Pangkalpinang, Sekolah Alam Bangka Belitung, SLBN Sungailiat, SD IT Biruni Sungailiat, dan SLB Negeri Koba.

Acara tersebut menghadirkan dua pembicara: Dr. Rahmadi Iwan Guntoro, Sp.P., seorang orang tua dari anak berkebutuhan khusus, dan Iin Indriyani, seorang konsultan dari Rumah Indira. Presentasi mereka disambut dengan antusias oleh para peserta.

Selama acara tersebut, PT TIMAH juga memberikan bantuan keuangan untuk program terapi online bagi 10 anak berkebutuhan khusus dari tujuh sekolah di Bangka Belitung.

Fajar Novianti, Kepala Administrasi di Unit Pendidikan Inklusif Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, memuji komitmen nyata PT TIMAH dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kami sangat bangga dapat berkolaborasi dengan PT TIMAH. Perusahaan ini telah menunjukkan kepedulian dan komitmen yang tulus dalam mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak ini luar biasa, dan kebutuhan pendidikan mereka unik. Mendukung mereka membutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan,” katanya.

Ke depannya, ia menyatakan harapan bahwa inisiatif seperti ini akan terus berlanjut dan PT TIMAH dapat lebih lanjut berkolaborasi dalam menyediakan program terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus, terutama karena jumlah anak yang membutuhkan dukungan khusus terus meningkat.

“Baru-baru ini, di Kabupaten Riau Silip saja, terdapat lebih dari 100 anak berkebutuhan khusus. Hal ini jelas membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami sangat mengapresiasi komitmen PT TIMAH dan berharap program ini dapat terus berlanjut secara berkelanjutan,” tambahnya.

Rosmeri, salah satu orang tua yang menghadiri seminar tersebut, mengatakan bahwa ia bersyukur atas kesempatan untuk berpartisipasi, karena seminar itu memberikan wawasan berharga tentang cara merawat anaknya yang autis.

“Ini pertama kalinya saya menghadiri seminar seperti ini. Kami baru-baru ini mengetahui bahwa anak kami mengidap autisme. Saya sangat senang berada di sini karena saya telah memperoleh banyak wawasan praktis yang dapat saya terapkan di rumah, terutama dalam pendekatan pengasuhan yang mungkin sebelumnya saya abaikan, seperti memberikan pelukan dan membantu anak saya merasa aman,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada PT TIMAH karena telah membekali orang tua dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memberikan dukungan yang lebih baik kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

Warsih Sri Wahyuni, Kepala Sekolah SLB Negeri Sungailiat, mengatakan bahwa seminar seperti ini sangat bermanfaat bagi guru dan orang tua. Menurutnya, mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus tidak dapat hanya bergantung pada sekolah, karena orang tua memainkan peran yang sama pentingnya.

“Selain mengundang guru, kami juga mendorong orang tua untuk hadir karena peran mereka di rumah sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus. Kami sangat menghargai PT TIMAH yang telah memprakarsai dan secara konsisten menyelenggarakan program ini,” katanya.

Selama seminar, kedua pembicara menyampaikan berbagai sesi informatif yang mencakup cara kerja otak anak-anak berkebutuhan khusus, metode intervensi yang tepat, pendekatan terapi, dan strategi pengasuhan yang efektif.

“Saya bangga melihat sebuah perusahaan besar yang benar-benar peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. PT TIMAH secara konsisten menyelenggarakan program ini selama empat tahun berturut-turut, yang secara langsung menguntungkan anak-anak itu sendiri. Tiga tahun lalu, program ini hanya berfokus pada seminar untuk guru dan orang tua. Tahun ini, PT TIMAH telah memperluas dukungannya dengan menyediakan terapi online gratis untuk 10 anak berkebutuhan khusus,” kata Iin Indriyani setelah menyampaikan presentasinya. (JK212.Red) Narasumber Dari Humas PT Timah 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *