Jejakkasus212.id, KEPULAUAN MERANTI — PT TIMAH (Persero) Tbk melanjutkan diskusi dan pembaruan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) di wilayah operasional perusahaan. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus selaras dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.
Diskusi RIPPM diadakan di Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, pada hari Selasa (1 September 2026), yang melibatkan pemerintah daerah, perwakilan Badan Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau (BBM), pemerintah kecamatan dan desa, serta pemangku kepentingan lainnya.
Forum ini berfungsi sebagai platform untuk mengevaluasi dan memperbarui rencana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat guna memastikan bahwa program-program yang dilaksanakan oleh PT TIMAH memberikan manfaat yang lebih tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.
Beberapa sektor disorot selama diskusi, termasuk pengembangan dan peningkatan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dukungan untuk nelayan dan UMKM, pendidikan, perawatan kesehatan, konservasi lingkungan, pengembangan sosial budaya, serta mitigasi dan penanggulangan bencana.
Keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat dianggap penting, karena kebutuhan dan karakteristik setiap daerah berbeda-beda. Dengan membangun komunikasi sejak tahap perencanaan, program pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat mengatasi tantangan lokal sekaligus mengembangkan potensi masyarakat yang tinggal di sekitar area operasional perusahaan.
Bupati Kepulauan Meranti, H. Muhammad Adil, menyambut baik inisiatif PT TIMAH untuk menyediakan platform komunikasi dalam penyusunan dan pembaruan RIPPM.
“Kami menyambut dan mengapresiasi PT TIMAH Tbk atas upaya berkelanjutan dalam menyediakan kesempatan berkomunikasi dan melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat dalam penyusunan RIPPM. Kegiatan ini merupakan kesempatan penting untuk secara langsung mendengarkan kebutuhan masyarakat, mengidentifikasi tantangan di lapangan, dan merumuskan inisiatif pemberdayaan yang dapat menumbuhkan kemandirian,” kata Bupati.
Menurutnya, kehadiran PT TIMAH di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya di Kecamatan Rangsang, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Beberapa kebutuhan strategis yang disorot selama diskusi meliputi dukungan untuk infrastruktur jalan, penguatan kapasitas ekonomi nelayan dan UMKM, serta kolaborasi dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah daerah berharap komunikasi dan koordinasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai program yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga.
Melalui pembaruan RIPPM, PT TIMAH berupaya menyelaraskan pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakatnya dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah operasionalnya. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa program TJSL tidak hanya memberikan bantuan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada kemandirian yang lebih besar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
Selain memperkuat ekonomi lokal, perhatian juga diberikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui inisiatif pendidikan dan perawatan kesehatan. Pada saat yang sama, aspek lingkungan dan sosial budaya tetap penting untuk memastikan bahwa operasi perusahaan dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan kehidupan masyarakat setempat.
PT TIMAH juga terus mempromosikan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya mengembangkan program yang lebih terintegrasi.
Dengan dilakukannya diskusi RIPPM secara berkala, program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat terus beradaptasi dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat setempat yang terus berkembang.
Sebelumnya, PT TIMAH juga telah menyelenggarakan diskusi RIPPM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (JK212.Red) Narasumber Dari Humas PT Timah
